Profesi Cleaning Service, Apakah Menjanjikan atau Masa depan suram

Thu, 15 03 2018 | Administrator CMS RCS | 1030

Profesi seorang cleaner di Indonesia sepertinya adalah profesi yang kurang menjanjikan alias masa depan suram ( MaDesu ). Jujur cobalah tanya pada diri sendiri apakah kamu mau bekerja sebagai seorang cleaner atau apa kamu mengijinkan ketika anak perempuanmu dilamar oleh seorang cleaner. Jawabannya mungkin mau, bila kamu tidak ada pekerjaan lain, atau boleh saja anakmu dilamar oleh seorang cleaner bila sudah tidak ada pilihan laki-laki lain hehe.

Tapi apakah ada orang yang mau memilih cleaner sebagai sebuah pekerjaan? Mungkin agak sulit mencari seseorang yang menjawab iya. Dari 20 orang karyawan saya, hanya 1 yang memilih cleaning service sebagai profesi pilihannya. Entah ini jawaban jujur atau karena ketakutan ditanya oleh bos-nya *smile.

Jika dilihat sebenarnya pekerjaan apapun sebetulnya baik selama tidak merugikan orang lain, halal dan dilakukan dengan hati ikhlas. Seorang tukang sampah pun bila setia dengan profesinya suatu saat dapat menuai hikmah dari apa yang dijalaninya.

....Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Sumber : https://rumaysho.com/2029-yang-paling-mulia-yang-paling-bertakwa.html

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Sumber : https://rumaysho.com/2029-yang-paling-mulia-yang-paling-bertakwa.html

Jika dilihat, profesi Cleaning Service tidak berbeda dengan pekerjaan lainnya seperti operator pabrik. Hanya saja berbeda tempat bekerja. Operator pabrik mungkin menurut anggapan sebagian orang menyenangkan karena bekerja di tempat yang bersih atau ber-AC. Apalagi bila melihat karyawan bank ( kita tidak melihat dari segi hukum ribanya ), karyawan bank berpenampilan bersih, rapi dan tentu saja wangi. Namun, kita tidak melihat bagaimana ternyata bekerja di pabrik pun banyak tidak enaknya. Pun karyawan bank, yang harus siap dipindahtugaskan tiap 2 tahun, atau jam kerja mereka lebih panjang dari karyawan perusahaan biasa.

Lalu kira-kira apakah tenaga cleaning memerlukan keahlian khusus ataukah tenaga cleaning service adalah orang yang bisa asal comot di jalan saja yang asal mau bekerja sebagai cleaner. Tentu saja tidak. Seorang cleaner harus mempunyai kriteria setidaknya adalah orang yang bersih dan menyukai kebersihan. Setelah itu dia harus memiliki ketrampilan menyapu, mengepel, membersihkan kaca atau membersihkan peralatan lainnya.

Di perusahaan kami, salah satu penilaian bagi seorang cleaner adalah tidak mempunyai masalah dengan bau badan ataupun bau mulut. Dari awal wawancara kami senantiasa menajamkan hidung, apakah calon karyawan ini mempunya bau badan yang menyengat yang tercium dari jarak dekat.

Mengapa tidak boleh bau badan karena mereka bekerja di ruangan yang kebanyakan ber-AC, terbayang betapa tersiksanya pelanggan kami oleh cleaner yang bau. Kemudian dia juga tidak boleh memelihara kuku panjang. Ya, bagaimana dia bisa bekerja dengan sungguh-sungguh bila dia harus berpikir keras untuk menjaga kuku-kuku cantiknya agar tidak putus.

 

 


Bagikan Article

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah orang pertama


Tambah Komentar

Your message has been sent. Thank you!